Sebab Munculnya Syiah Serta Macam Macam Sektenya (part 1)

       Assalamu Alaikum Wr Wb
Kata Syiah dalam Bahasa Arab secara bahasa artinya pengikut dan penolong. Oleh karena itu bila dikatakan شيعة الرجل اي أتباعه وأنصاره berarti pengikut dan penolong. Oleh karena jika dikatakan Syi’ah Ali maka artinya pengikut Ali. Jika dikatakan Syiah Mu’awiyah berarti pengikut Mua’wiyah. Hal ini dikarenakan pada periode awal Islam, kata Syiah masih digunakan sebagaimana makna asalnya.
Kemudian pada perkembangannya istilah Syiah ini diartikan sebagai pengikut Ali bin Abi Thalib dan keluarganya (ahli Bait). Atau bisa didefinisikan makna syiah yang secara harfiah berarti partisipan atau pengikut adalah kaum Muslimin yang menganggap penggantian Nabi Muhammad saw merupakan hak istimewa keluarga Nabi, dan mereka yang dalam bidang pengetahuan dan kebudayaan Islam mengikuti madzhab Ahlul Bait.
Kelompok pertama menyatakan munculnya Syiah dipelopori oleh Abdullah bin Saba’. Dia adalah seorang Yahudi yang berasal dari San’a. Ibunya bernama Sauda’. Dia masuk Islam pada zaman Khalifah Utsman bin Affan. Pada suatu ketika dia berkata pada Ali bin Abi Thalib bahwa dia sudah masuk Islam setelah meninggalnya Nabi Muhammad saw sedangkan pada waktu mengatakan demikian dia dalam masih kondisi Yahudi. Dia merupakan orang yang pertama kali menyebarkan bahwa Ali bin Abi Thalib merupakan orang yang berhak menjadi pemimpin setelah Nabi.
Abdullah bi Saba’ mengenalkan ajarannya secara terang-terangan dan menggalang massa untuk memproklamasikan bahwa kepemimpinan (imamah) sesudah Nabi Muhammad saw seharusnya jatuh ke tangan Ali bin Abi Thalib karena suatu nash (teks) Nabi saw. Menurut Abdullah bin Saba’, Khalifah Abu Bakar, Umar dan Utsman telah mengambil alih kedudukan tersebut. Dalam Majmu’ Fatawa, 4/435, Abdullah bin Shaba menampakkan sikap ekstrem di dalam memuliakan Ali, dengan suatu slogan bahwa Ali yang berhak menjadi imam (khalifah) dan ia adalah seorang yang ma’shum (terjaga dari segala dosa).

Keyakinan itu berkembang terus-menerus dari waktu ke waktu, sampai kepada menuhankan Ali bin Abi Thalib. Berhubung hal itu suatu kebohongan, maka diambil suatu tindakan oleh Ali bin Abi Thalib, yaitu mereka dibakar, lalu sebagian dari mereka melarikan diri ke Madain
Imam Ibnu Jarir At-Thabari mengatakan bahwa pada zaman Utsman bin Affan, Abdullah bin Saba sering berpindah-pindah dari Hijaz, kemudian ke Bashrah, Kufah dan Syam. Akan tetapi pada waktu itu dia diusir oleh penduduk setempat hingga akhirnya sampailah dia di Negara Mesir, kemudian dia menyebarkan isu tentang akan kembalinya Nabi Muhammad saw ke dunia. Inilah nantinya yang akan menjadi penyebab munculnya istilah raj’ah dalam dunia Syiah. Hal inilah yang menjadi dasar argumen sebagian pihak yang menyatakan bahwa kemunculan Syiah merupakan produk dari Yahudi. Sehingga mereka menyatakan bahwa Syiah merupakan aliran sesat dan harus dimusnahkan dari muka bumi.
Adapun kelompok kedua menyatakan bahwa Syiah bukan lahir karena dipelopori oleh Abdullah bin Saba’. Akan tetapi kelompok ini menyatakan bahwa kemunculan Syiah sudah ada pada zaman Nabi Muhammad saw. Penganut aliran Syiah dan juga sekian banyak pakar dari Ahlusunnah berpendapat bahwa benih Syi’ah sudah muncul sejak masa Nabi Muhammad saw (pembai’atan Sayyidina Abu Bakar di Tsaqifah).
Ada juga yang menyatakan bahwa Syiah muncul di akhir pemerintahan Utsman kemudian menyebar dan meningkat di masa Khalifah Ali bin Abi Thalib yang di sebabkan oleh oposisi yakni golongan Muawiyah yang merasa kepentingannya terancam mulai menunjukkan ketidaksenangan dan perlawanan mereka terhadap pemerintahan Ali. Dengan dalih menuntut bela kematian Utsman, mereka melancarkan aksi huru–hara berdarah yang berlangsung selama pemerintahan Ali.
Sedangkan menurut Abdulhalim Mahmud, Syiah pada mulanya merupakan rasa cinta dan kagum seperti kekaguman Salman Al-Farisi terhadap Ahlu Bait (keluarga Nabi Muhammad) lalu berkembang dan beralih menjadi cinta kasih, serta kasihan ketika sementara orang berkeyakinan bahwa Ahlu Bait tidak menduduki tempatnya yang wajar dalam masyarakat. Selanjutnya ketika terjadi penyiksaan, pengusiran, pemotongan anggota tubuh, pencukilan mata dan pembunuhan terhadap keluarga Ali dan simpatisannya, maka lahirlah kelompok Syiah dalam pengertian istilah.

penjelasan ichtyosis kongenita,sickle cell anemia dan determinasi seks



Assalamu Alaikum Wr Wb
 
a.    Ichtyosis kongenita
Ichtyosis kongenita merupakan kelainan genetis yaitu kulit menjadi kering, bertanduk dan pada permukaan tubuhnya terdapat bendar bendar-bendar berdarah. Bayi yang menderita penyakit ini bergenotip ii, dan biasanya meninggal dalam kandungan. Genotip II dan Ii memperlihatkan penampakan yang normal. Penderita ichtyosis kongenita terjadi dari hasil persilangan pasangan suami istri yang normal, tetapi membawa sifat Ii. Pola penurunan sifat sama halnya pada kasus albino.

b.    Sickle cell anemia
Sickle cell anemia adalah kelainan pada sel darah merah yang menjadi bentuk bulan sabit. Penyakit ini mempunyai hemoglobin S yang berbeda dengan hemoglobin A pada darah yang normal sehingga kadar oksigen yang dapat dibawa darah menjadi berkurang dan seseorang mengalami anemia yang hebat. Penderita sickle cell anemia mempunyai genotif homozigot resesif (ss) dan mengalami pertumbuhan yang terhambat, perusakan sel darah, peradangan dan problem lain. Umumnya , kematian terjadi semasa bayi atau kanak-kanak, tetapi ada yang dapat bertahan hingga dewasa. Individu yang mempunyai genotif heterezigot (Ss), eritrositnya merupakan campuran antara yang normal dan bentuk bulan sabit, tetapi tidak mengalami gangguan.

c.    Determinasi seks
Berdasarkan fungsinya, kromosom dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu kromosom tubuh (autosom) dan kromosom kelamin (gonosom). Kromosom tubuh dimiliki oleh individu jantan atau betina dengan bentuk dan jumlah yang sama. Kromosom kelamin merupakan kromosom yang berfungsi dalam menentukan jenis kelamin.
Pada manusia, kromosomnya berjumlah 46 buah. Seorang wanita dalam selnya mengandung kromosom 22A+XX, sedangkan seorang laki-laki dalam selnya mengandung kromosom 22AA+XY. Dalam proses pembentukan gamet, seorang wanita membentuk satu jenis gamet, yaitu 22A+X, sedangkan yang laki laki membentuk 2 macam sperma, yaitu 22A+X atau 22A+Y. Oleh karena itu, seorang wanita homogametik, sedangkan seorang laki-laki heterogametik.
 
Back To Top