Mengenal DVB-T2, teknologi Televisi Digital dan perkembangannya di Indonesia (Mata kuliah Teknologi Informasi Kontemporer)

Mengenal DVB-T2, teknologi Televisi Digital dan perkembangannya di Indonesia (Mata kuliah Teknologi Informasi Kontemporer)

 

Apa itu DVB-T2 ?

DVB-T2 adalah singkatan untuk "Digital Video Broadcasting - Generasi Kedua Terrestrial” adalah perpanjangan dari standar televisi DVB-T, yang dikeluarkan oleh DVB konsorsium, dirancang untuk transmisi siaran televisi terrestrial digital. Sistem penyiaran televisi digital ini mampu memancarkan sinyal gambar dan suara dengan kualitas penerimaan yang lebih tajam serta jernih di layar TV dibandingkan siaran analog.

Apa itu televisi digital ?

Televisi digital adalah siaran audio (suara), video (gambar), dan informasi tambahan lainnya yang dipancarkan dalam bentuk format digital. Kata “digital” itu sendiri sudah sangat sering digunakan dalam bahasa teknologi modern dan umumnya mengacu pada suatu entitas fisik yang dikuantisasi dan diwakili oleh karakter biner.





Pada penyiaran TV Digital, kualitas gambar dan suara jauh lebih baik dibandingkan siaran analog. Hal ini dikarenakan pancaran sinyal digital relatif stabil dan tidak menurun. Juga siaran TV Digital hanya mengenal kondisi diterima (1) atau tidak diterima (0) sinyal. Selama sinyal bisa diterima receiver, gambar dan suara konten siaran dapat dinikmati. Sedangkan pada siaran TV analog, kualitas sinyal cenderung menurun ketika lokasi penerimaan semakin jauh dari titik transmisi sehingga menimbulkan noise atau 'bersemut'. Selain itu juga rentannya sinyal siaran analog terhadap gangguan cuaca.




Indonesia sendiri mulai memasuki era penyiaran Televisi Digital.  Dan Sejak akhir 2012, infrastruktur TV Digital sudah mulai dibangun dan dioperasikan oleh penyelenggara multipleksing swasta di Jawa dan Kepulauan Riau. Konten siaran dalam format digital pun sudah dapat dinikmati masyarakat di wilayah ini. Daerah lain akan menyusul secara bertahap, seperti Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Perlukah mengganti TV untuk menerima siaran digital?


Tanpa harus membeli pesawat TV baru, masyarakat dapat menikmati konten siaran format digital dengan cara menambahkan perangkat converter (yang disebut set top box) pada pesawat TV lama.
Set top box (STB) adalah alat bantu penerima siaran digital yang berfungsi mengkonversi dan mengkompresi sinyal digital sehingga dapat diterima pada pesawat TV analog.

Plus minus Xtreamer DVB-T2

- Hanya under 300rb sudah bisa mendapatkan STB Xtreamer ini
- Dua fungsi yaitu sebagai tuner penerima siaran digital juga bisa sebagai media player yaitu buka video mkv, musik mp3, foto jpg.
- Untuk penyimpanan menggunakan HDD external biasa. Tancap saja di port USB di depan STB.
- Ada fitur perekam, jadi siaran yang ingin ditonton bisa direkam seandainya tidak ingin ketinggalan acara bagus.
- Bisa output RCA atau HDMI.
- Bisa substitle pada file mkv

Kelemahan  DVB-T2

- Kabel HDMI harus dibeli terpisah
- Tombol remote kurang besar
- Kalau Anda belum punya antena TV di rumah maka tambahkan lagi dana ekstra untuk beli Antena TV
- Siaran belum merata di seluruh Indonesia

Sekian dan Terima kasih





Labels: dunia teknologi informasi, lain lain

Thanks for reading Mengenal DVB-T2, teknologi Televisi Digital dan perkembangannya di Indonesia (Mata kuliah Teknologi Informasi Kontemporer). Please share...!

0 Comment for "Mengenal DVB-T2, teknologi Televisi Digital dan perkembangannya di Indonesia (Mata kuliah Teknologi Informasi Kontemporer)"

Back To Top